Welcome to The Real World: Society!

(at my Office’s Rooftop–with no Prince on it kekeke)

Hello WordPress, i’m back! Tadinya sih saya kepengen bikin blog baru. But … okay, i’ll still make the new one, in another domain (blogspot perhaps). As for now, just recycle what i already have. Missing me guys? Hehe. Those words are so not me.

Anyway, saya selalu ngerasa bingung mau nulis apa di-blog seperti ini sebenernya. Most of the time, i’ll just curhat. Curhat terooos, tiada henti, hehe. Dan curiganya postingan comeback stage saya di sini juga bakal berbau curhat, sigh. Bear with me please.

Yup as you can read on the title: welcome to the real world. The world called society. Yes people, now i’m officially graduated from UI and has officially added the title “S. Hum” yang kepanjangannya bukan sarjana humor, tapi Sarjana Humaniora. Dan setelah menganggur selama berbulan-bulan, alhamdulillah Kamis 20 Juni 2013 kemarin saya resmi diterima sebagai karyawan sebuah portal berita untuk komunitas Islami yang cukup ternama, Republika Online. Proud? Hamdalah. Tho somethings bugging my head, but i won’t share it here, hehe. Anyway, tetep alhamdulillah karena akhirnya bisa mengecap yang namanya dunia kerja.

Pekerjaan saya sebenarnya tidak terlalu sulit. Ya, social media udah jadi makanan sehari-hari manusia abad ini kan–meski masih belum semua tapi sudah banyak sekali jumlah penggunanya. Dan itulah pekerjaan saya sehari-hari. Berhubungan dengan facebook, twitter, instagram, dan beberapa akun jejaring sosial lainnya. Saya nggak pernah membayangkan sepenuhnya akan bergelut di dunia ini. Bahkan sejujurnya, saya nggak ada gambaran sama sekali mau kerja di bidang apa selepas kuliah kemarin. Gosh, so bad me hehe. Dan pertanyaan, “Emang kamu mau kerja jadi apa?” adalah pertanyaan yang bener-bener menyulitkan buat saya jawab. Sebelum keterima di Republika Online (ROL), saya sudah beberapa kali mengajukan lamaran. Patokan saya sih waktu itu: a. bukan yang ada kaitannya dengan Jejepangan karena saya nyadar diri kemampuan bahasa Jepang saya sangat minim, dan saya bukan tipe yang “nekad” (dan ada lagi alasan “sok idealis”); b. bukan jadi guru (karena memang nggak terlalu minat); c. yang jelas bukan kerja di bidang IPA hehe. Beberapa lowongan sempat menarik minat saya, misalnya saja yang sejujurnya saya ngarep banget itu kerja sebagai semacam event organizer sebuah majalah ternama (miliknya Kompas Gramedia Group kayaknya). Tapi yah, belum rezeki aja kayaknya. Malah lowongan yang nggak saya pake pikir panjang, dan saya ajukan berapa hari sebelum deadline, yang pertama kali memberi kesempatan untuk wawancara kerja. Dan ternyata memang berjodoh dengan saya.

Sebulan sudah kini saya bekerja sebagai staff untuk bidang socmed ROL. Seperti biasa kalo cerita soal pengalaman, akan ada bagian yang bercerita soal suka dan duka. Sejauh ini sih cukup menyenangkan. Duka? Ada sih. Atau tepatnya hal-hal yang sangat mengganggu pikiran. Saya berusaha keras untuk menepis hal-hal itu, dan of course I shall pray and ask for help from Allah SWT.

Tapi yang jelas lingkungan tempat bekerja cukup kondusif, terutama di lantai tempat saya bekerja. Alhamdulillah saya memiliki rekan-rekan kerja yang baik dan menyenangkan. Salah satunya Asti, teman satu kampus dulu–dan juga sama-sama staf buat forum fanfic hihi. Bos saya juga sangat baik dan sabar orangnya, hehe. Pekerjaan saya sendiri, meski ada tantangan juga tentunya, tapi belum terlalu demanding. Dan sebenernya kalau saya mau lebih positif, ada hal-hal baik yang bisa saya pelajari dari pekerjaan saya ini. Selain bisa melatih menggunakan akun jejaring sosial dengan efektif, juga melatih kemampuan marketing dan komunikasi hihi.

Hal yang saya kagumi dari lantai tempat kerja saya ini, mereka selalu salat di awal waktu. Malah kadang (atau bisa dibilang cukup sering) salat setelah adzan berkumandang. Kalau mengingat cerita teman saya yang juga belum lama bekerja, alhamdulillah lingkungan saya yang ini termasuk kondusif. Teman saya itu bahkan kesulitan salat. Jadi masih ada hal yang bisa disyukuri. Dan masih banyak lagi kisah-kisah sedih di hari Minggu lainnya yang datang dari teman-teman lainnya seputar pekerjaan mereka. Ada yang merasa kurang sreg dengan cara kerja di kantornya, dan pastinya ada lagi yang lain.

Saya sendiri? Saya sendiri tentunya punya permasalahan juga, tapi sejauh ini i still can bear it. I pray Allah will give me the strength and guide me.

Phew, sejauh ini cerita saya udah mulai ngelantur belum dari judulnya? Hehe. Dipikir-pikir nulis saya masih payah dan nggak natural. Tapi nggak apa. Yang jelas saya mesti berlatih lagi. Nulis apapun. Mudah-mudahan sih tulisan saya agak lebih berbobot ke depannya. Udah deh yah, saya nggak ngerti lagi mau ngomongin apa.

To put the whole thing in a nut shell, society is pretty much exciting, yet scarry things appeared in my mind. But i think i have few things to enjoy, and one of them the ride (with angkot of course) along the way to my office. Weird? Of course, haha. Most people will get ballistic with Jakarta’s traffic rite? I do sometimes, but it’s a bit weird, i still can enjoy it.

Okay then, good nite.

Me and Co-workers: Teh Bonit (right) and Asti (left)

Advertisements